Kondisi ekonomi yang dinamis menuntut setiap lapisan masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya dan pendapatan keluarga. Program Pasar Murah Mandiri Berkah merupakan sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga sekaligus menjadi platform edukasi finansial. Kegiatan ini tidak hanya sekadar transaksi jual beli barang dengan harga di bawah pasar, tetapi juga membawa misi besar untuk memperkenalkan konsep kemandirian ekonomi. Melalui sinergi antara sekolah dan masyarakat, program ini berupaya menciptakan ekosistem belanja yang berkeadilan dan memberdayakan lingkungan sekitar secara berkelanjutan.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah Sosialisasi Ekonomi Kreatif yang ditujukan bagi warga agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen di lingkungannya sendiri. Dalam sesi sosialisasi ini, para pengajar di bidang kewirausahaan memberikan wawasan mengenai cara membuat produk bernilai tambah dari bahan baku yang ada di sekitar rumah. Misalnya, mengolah hasil kebun menjadi makanan kemasan atau membuat kerajinan tangan dari barang bekas. Tujuannya adalah membuka cakrawala berpikir warga bahwa kreativitas dapat menjadi solusi atas keterbatasan finansial dan menjadi modal utama dalam membangun usaha kecil menengah (UKM) di tingkat rumah tangga.
Kegiatan pasar ini menyasar para Tetangga di lingkungan sekolah sebagai prioritas utama penerima manfaat. Dengan lokasi yang dekat, warga dapat dengan mudah mengakses kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur dengan harga distributor. Namun, di sela-sela lapak sembako, tersedia juga booth konsultasi bisnis sederhana yang disediakan oleh sekolah. Di sini, tetangga sekitar diajak berdiskusi mengenai cara pengemasan produk yang menarik hingga cara pemasaran melalui media sosial. Inilah esensi dari “Mandiri Berkah”, di mana bantuan jangka pendek berupa harga murah dipadukan dengan bantuan jangka panjang berupa pemberian ilmu pengetahuan ekonomi.
Pelaksanaan Pasar Murah ini juga melibatkan para siswa sebagai pengelola operasional. Mereka belajar cara mengelola stok barang, melayani pelanggan dengan ramah, hingga melakukan pembukuan sederhana. Pengalaman langsung ini merupakan bagian dari praktik mata pelajaran kewirausahaan yang sangat berharga. Siswa melihat secara nyata bagaimana dinamika pasar dan bagaimana sebuah kegiatan ekonomi dapat memberikan dampak sosial yang luas. Interaksi antara siswa dan para tetangga yang berbelanja menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, memperkuat ikatan silaturahmi yang mungkin selama ini hanya sebatas sapaan di depan gerbang sekolah.
