Siswa SMK Mandiri Berkah baru saja menyelesaikan proyek ambisius bertajuk “Di Balik Lensa,” sebuah Photostory Budaya yang mendokumentasikan kehidupan dan tradisi unik di lingkungan sekolah. Proyek ini bukan sekadar tugas fotografi, melainkan upaya mendalam untuk menangkap dan mengapresiasi nilai-nilai yang membentuk karakter siswa dan institusi.
Melalui ratusan bidikan, para siswa dari jurusan fotografi dan multimedia menyajikan narasi visual yang kuat. Mereka menyoroti ritual harian, kegiatan ekstrakurikuler berbasis tradisi, dan interaksi yang mencerminkan budaya sekolah yang positif. Setiap foto dipilih untuk menyampaikan kisah yang kaya makna.
Proyek Photostory Budaya ini mengajarkan siswa lebih dari sekadar teknik pencahayaan dan komposisi. Mereka belajar tentang visual storytelling, etika dokumentasi, dan pentingnya dokumentasi budaya yang jujur. Proses ini menumbuhkan kepekaan mereka terhadap detail non-verbal.
Hasil karya ini dipamerkan di galeri online sekolah, menarik perhatian orang tua dan alumni. Foto-foto tersebut menunjukkan momen-momen kebersamaan, semangat gotong royong, dan penerapan disiplin yang menjadi ciri khas budaya sekolah tersebut.
Siswa yang terlibat mengakui bahwa melalui lensa kamera, mereka menjadi lebih sadar dan bangga terhadap identitas sekolah mereka. Mereka melihat keunikan yang sering terlewatkan dalam kesibukan sehari-hari, mendorong rasa kepemilikan yang lebih kuat.
Proyek Photostory Budaya ini juga berfungsi sebagai alat branding yang efektif. Dokumentasi visual ini memberikan gambaran otentik kepada calon siswa dan masyarakat tentang lingkungan belajar di SMK Mandiri Berkah, menonjolkan aspek dokumentasi budaya yang kuat.
Guru pembimbing menekankan bahwa fotografi adalah alat yang ampuh untuk pelestarian. Dengan mendokumentasikan tradisi saat ini, siswa memastikan bahwa nilai-nilai budaya tersebut dapat diwariskan kepada generasi SMK Mandiri Berkah di masa depan.
Kesuksesan “Di Balik Lensa” membuktikan bahwa seni visual memiliki peran penting dalam pendidikan vokasi. Siswa tidak hanya lulus dengan skill teknis, tetapi juga dengan apresiasi mendalam terhadap budaya sekolah dan kemampuan bercerita yang efektif.
